IN MEMORIAM BANG ALI
IN MEMORIAM BANG ALI (sang tali tasbih kebudayaan) Bang Ali tak pernah menulis satu buku apapun, mungkin juga tak pernah membuat komposisi musik atau bahkan nulis puisi. Bang Ali tak pernah membuat organisasi pemuda atau kelompok teater, karena sebenarnya anak-anak Tinambung, Mandar tahun 80an lah yang melahirkannya sendiri dan bang Ali penyulutnya. Sepanjang hidupnya hanya punya satu anak dari ibu berdarah Jogja dan tak sempat menikmati punya rumah sendiri. Beliau juga mempunyai satu motor bebek jet cool berganti honda karena irit katanya. Bang Ali sangat jarang tampil dihadapan publik kecuali seingatku terakhir kali sebelum beliau meninggal tampil dihadapan masyarakat pengajian padang bulan di Kasihan, Bantul, Jogja. Itu pun karena diminta paksa oleh Emha saudara rantaunya. Bang Ali tidak pernah sebentar ngobrol atau diskusi bila kami melingkar rileks lepas dimanapun berada, meskipun teman ngobrolnya sudah ngantuk dan tidur. Bang Ali sangat suka celana jeans dan kemeja lengan...